Monday, 1 August 2016

Kekuatan Kata ''Insya Alloh'' Yang Dapat Menjebol Tembok Ya'juj dan Ma'juj




Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat YA'JUJ & MA'JUJ, sekejam Ya'juj & Ma'juj, dan sebanyak Ya'juj &  Ma'juj...
Namun tak disangka,
bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat ''Insya Alloh''

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan'‘Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy.
Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahf....???
Bagaimana kisah Dzulqarnain...???
Dan Apa yang dimaksud dengan Ruh...???

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, ''Besok akan saya ceritakan dan saya jawab.''
Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan ''Insya Alloh''
Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari...

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata
''Mana ceritanya...???? besok..besok..besok..''

Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih...
Akhirnya Alloh menurunkan wahyu dalam surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama,
pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.
Alloh berfirman dalam surat Al-Kahfi
''Janganlah kamu sekali-kali mengatakan,'SESUNGGUHNYA AKU AKAN MELAKUKAN HAL INI BESOK'' kecuali dengan mengatakan Insya Alloh.''
(QS.Al-Kahf: 23-24)

Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisi-Nya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Alloh Ta'ala karena lupa mengucapkan ''Insyaa Alloh''
Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Alloh....????

Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Alloh memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan
''Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok''
tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Alloh...

Sebab ucapan ''Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok'' adalah sebuah 'ucapan kepastian',
keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya....

Benar, Insya Alloh adalah penegas ucapanKEPASTIAN dan KEYAKINAN...
Bukan keragu-raguan...
Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan...

Manusia hanya berencana dan berikhtiar,
Alloh yang menentukan hasilnya...
Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan 'PASTI',
karena Alloh sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain...

Ingat baik baik...!!!!
Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Alloh, cukup katakan saja ''Maaf, saya tidak bisa'' atau ''Maaf, saya tidak dapat menghadiri …''
Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara,
hingga saat matahari terbenam mereka telah berhasil membuat lobang kecil untuk keluar...
Lalu pemimpin mereka berkata, ''BESOK KITA LANJUTKAN KEMBALI PEKERJAAN KITA DAN BESOK KITA PASTI BISA KELUAR DARI SINI !!!''

Namun keesokan harinya,lobang kecil itu tertutup kembali seperti sedia kala dengan izin Alloh..
Mereka pun bingung, tapi tetap bekerja keras untuk membuat lobang untuk keluar.
Demikian kejadian ini berulang-ulang...

Hingga kelak menjelang kiamat,di akhir sore setelah mereka berusaha membuat lobang kecil,
Sang pemimpin tanpa sengaja mengatakan ''INSYA ALLOH,BESOK KITA LANJUTKAN KEMBALI PEKERJAAN KITA DAN BESOK KITA PASTI KELUAR DARI SINI...!!!''

Maka keesokan harinya, lobang itu masih ttap ada,kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus keghaiban-nya dari penglihatan masyarakat luar...

Dan kaum Ya'juj dan Ma'juj selama ribuan tahun terkurung, telah berkembang pesat jumlahnyaakan turun bagaikan air bah,
memuaskan nafsu makan dan minum mereka di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi...

Jika kaum perusak sekelas Ya'juj dan Ma'juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Alloh, bagaimanakah halnya dengan kita.....???
Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya...

Yakinlah, janji Alloh Tabaaroka wa Ta'ala selalu BENAR,
Dia-lah sebaik baik penepat janji....

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata:
Rasulullah SAW bersabda: ''Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil.''